Beberapa bulan lalu, gw sempet ketemu orang Indonesia di gym yang biasa gue datengin. Layaknya orang berkenalan, kita mulai mengobrol tentang kehidupan, terutama kehidupan ber-diaspora. Biasanya sih gue ngobrol aja, ngalir aja sampe salah satu harus balik. Tapi sewaktu ditanya: “Udah berapa lama tinggal di Bangkok?”, gw agak tertegun. Gw baru sadar bahwa gue udah tinggal di Bangkok selama 1 tahun, and sure time flies so fast. And maybe it’s the right time to document it
Beberapa bulan yang lalu, gue sempet jalan-jalan ke uzbekistan dan kazakhstan, dan setelah gue pikir-pikir, I think I should make an article about this. So, please take a seat, this will be another long ride…
Dua pekan lalu, Indonesia baru saja merayakan peringatan kemerdekaan yang ke-delapan puluh tahun lamanya. 17 Agustus 2025 memang menjadi tanggal yang istimewa karena tepat 80 tahun yang lalu di tanggal yang sama, setelah ratusan tahun berusaha, para tokoh bangsa berkumpul untuk mendeklarasikan kata merdeka. Untuk pertama kalinya jua, bendera pusaka berkibar perkasa, membumbung tinggi di langit nusantara.
Ditengah siang bolong di hari yang cerah, sewaktu makan siang bersama tim, manager gue tiba-tiba mengucapkan satu kalimat yang cukup membuat gue tersedak: “Today is a special day because I decided to expedite Ayyub’s probation end date today”. Dan, ya, setelah one-on-one meeting bersama reporting manager (dan menyelesaikan e-course tentunya), gue secara resmi menyelesaikan masa probation.