A trip of lifetime, Tan-countries!

Beberapa bulan yang lalu, gue sempet jalan-jalan ke uzbekistan dan kazakhstan, dan setelah gue pikir-pikir, I think I should make an article about this. So, please take a seat, this will be another long ride…
- Minggu, 9 November 2025
- Sabtu, 15 November 2025
- Rabu, 26 November 2025
- Kamis, 27 November 2025
- Jumat, 28 November 2025
- Sabtu, 29 November 2025
- Minggu, 30 November 2025
- Senin, 1 Desember 2025
- Selasa, 2 Desember 2025
- Rabu, 3 Desember 2025
- Kamis, 4 Desember 2025
- Jumat, 5 Desember 2025
Beberapa bulan yang lalu, gue sempet jalan-jalan ke uzbekistan dan kazakhstan, dan it was a trip of a lifetime for me. So, setelah berpikir agak panjang, I think I should make an article about this. So, please take a seat, this will be another long ride… (btw, if you want to see the pic, I have put highlight story on my IG: ayyub29)
Minggu, 9 November 2025
— Bangkok —
10.34 Waktu Bangkok
Jujur, gue lagi ada di dalam dilema yang paling berat dalam hidup gue di tahun ini (lebay): mau solo trip ke uzbekistan & kazakhstan atau engga. Pertama, gue takut karena gue literally bakal sendirian. What make me scared is not only physically alone, but also informationally alone. My first trip ke Jepang, gue masih ikut open trip. Theoritically, there is someone that could help me navigate dan kalo ada apa-apa, bisa membantu. Last year trip also same, gue berani ke Vietnam karena banyak banget temen gue yang udah pernah kesana dan bisa ditanyain apapun kapanpun. Tapi sekarang, I am not only physically alone, I also informationally alone. Gue udah cek semua open trip, dan para open trip ini either full seat, atau harganya ga ngotak. Masa iya ke Kazakhstan perlu 40 juta anjir? mending ke Eropa aja gue. Tapi kalo ganti ke eropa, I don’t have enough time to prepare. Ini udah awal bulan November, dan ulang tahun gue ada di akhir bulan. Buat trip ke destinasi baru yang perlu visa, it’s obviously impossible, apalagi ke eropa perlu visa schengen kan.
Kedua, jadwalnya jelek. I have a tradition: birthday trip. But this year, gue ga punya cuti yang cukup untuk membuat gue punya jadwal birthday trip yang oke. Bulan lalu, salah dua temen gue menikah, dan mereka berdua menikah cuma jeda satu minggu. Gue gamau pergi bolak-balik Thailand biar cuti gue ga habis, so I need to spend 5 days leave to attend both wedding. Masalahnya, karena itu, cuti gue cuma sisa 4 hari. Buat liburan jarak jauh kaya Kazakhstan, this is obviously not enough. I need atleast 5 day cuti biar bisa liburan 9 hari, weekend-to-weekend. Another thing is I don’t want to miss other friend wedding di bulan Desember pertengahan. My initial plan is I will have a long holiday, then go back to Indonesia to spend all my remote work quota. Tapi setelah berhitung, I can’t do that. Tan’s country is so big that it needs a lot of time to explore.
Ketiga, gue udh kebanyakan trip anjir. Bulan oktober lalu, gue udah ke Malaysia, trip 13 hari. Bulan Januari nanti, kayanya redi bakal ngajakin ke Banda Neira. Kalo November-Desember ini gue jadi pergi open trip, gue bakal streak naik pesawat 7 bulan lebih sampe lebaran tahun depan. That’s ridiculuous, because eventhough I live in Thailand for 1 year next April, I will never do my 90-days reporting because I never stay in Thailand for 90 consecutive days. Gue jadi keliatan kaya orang yang ga betah tinggal di Thailand anjir, eventhough I love living here.
Jadi ya begitulah, kemungkinan besar trip ini tidak akan jadi terlaksana karena tiga alasan diatas. But still, I have a huge dilemma because I want to keep tradition alive and I don’t know if I had another chance to visit Tan’s country again. dan, to your surprise, gue actually udah beli tiket pesawat dari Almaty ke Jakarta 3 bulan lalu, jadi kalo tripnya cancel, gue rugi beberapa juta karena tiketnya obviously hangus. Tapi, kalo gue jadi lanjut tripnya, gue tetep mesti harus beli tiket pesawat Bangkok -> Almaty dan harus beli akomodasi juga, jadi kl tripnya jadi tetep harus keluar duit lebih banyak :)
So, I will put on deadline within the next week to decide, and see you there!
Sabtu, 15 November 2025
14.00 Waktu Bangkok
After one week of very deep thinking, I have reached a conclusion: I will go to Kazakhstan and Uzbekistan for my solo birthday trip this year!!! Hahahaha kaget? saya juga. Here is my thought the last few days.
Pertama-tama, gue masih merasa bahwa gue harus tetep birthday solo trip. I don’t know why, but my instinct say so aja sih. Gue udah bikin banyak alasan filosofis buat engga ngelakuin trip ini. Salah satu contoh, gue merasa bahwa tujuan gue hidup adalah “Freedom”. Kalo gue beneran “freedom”, gue harusnya bebas dari keterikatan pada satu tanggal atau satu cara (solo trip) buat merayakan hidup gue. Gue harusnya bisa “bebas” merayakan hidup dengan cara selain solo trip, atau, kalau pun mau solo trip, gue harusnya bisa “bebas” pilih tanggal lain, misalnya akhir tahun yang lebih banyak jadwal liburnya biar bisa trip lebih lama. Tapi my instinct always oppose it. Kalo gue beneran “freedom”, gue harusnya bisa milih tanggal paling spesial di hidup gue buat merayakan hidup gue dong? dan kalo gue beneran “freedom”, gue harusnya bisa bebas memilih cara apapun yang gue suka, termasuk solo trip.
Salah satu contoh lain: I was trying to redefine the tradition. Gue berusaha mendefinisikan ulang definisi tradisinya: Di hari ulang tahun gue, gue berada di luar negeri, dan ga harus solo trip. But I feel like I was trying to lie to myself. I know for sure the tradition is in my birthday, I am celebrating myself by having a date with myself, where it’s only me, alone, trying to know myself better by navigating a new world and trust myself fully. Dan kalo gue stay di Thailand, gue ga merasa “alone”, I already know a lot of people here and it’s not really “new world” for me anymore. Jadi ya begitulah, gue masih merasa harus pergi solo trip tahun ini.
Kedua, masalah destinasi. Gue merasa, gue bisa aja ganti destinasi ke negara yang lebih dekat, misal Taiwan, Korea, atau negara South-East Asia lain. But I feel like I shouldn’t missed my chances. I don’t know if I am able to go to those Tan’s countries again in the future for solo trip, but for those neighbor I feel like I can always go there anytime. I shouldn’t make an easy trip and skipped an experience I might never see again, instead, I should push myself a bit and experience countries I might never go to anymore. So yeah, I looked on all the map, and see Central Asia is the best option I had. I was looking for Krygyztan, but turns out to visit Krygyztan I need visa, and it’s impossible to get if I only had 1 week hahahaha.
Ketiga, masalah jadwal. It’s true it’s a little bit hard to navigate since I only had 4 days of leave. So, if I want to explore central asia, I can only pick one country. One feasible date is 29 Nov - 5 Dec, where I use all 4 days to explore Kazakhstan. Tapi gue punya satu jurus rahasia: WFA hahahahaha (I love my company). This give me more option: 26 Nov - 5 Dec, which I can add one more country and work from there. Since I had to bring my laptop anyway (I will go directly to Indonesia after this trip), I decided to spend some of the trip day to be WFA day. The time difference is not that big anyway, so even if I had any meeting it will be manageable.
Terakhir, masalah sendirian. I just realize that ketakutan awal gue bukan cuma gue takut ga bisa navigasi, atau gue ga bisa ngapa-ngapain kl ada masalah, tapi gue takut tripnya bakal flop. I afraid that I will feel lonely on the trip, and thus the trip will be flopped. Gue takut gue akan bingung, mau ngapain gue disana? But I guess, I will never know unless I figured it out. This trip will tell me that either I can always rely to myself and everything will be ok at the end, or I was right :).
So yeah, I booked the flight ticket for next week: 26 November, Bangkok -> Tashkent. See you there!
Rabu, 26 November 2025
19.00 Waktu Bangkok
Hari-H telah tiba, dan setelah nyampe di bandara, I just realize how underprepare I am for this trip HAHAHA. When I observe people di bandara, I realize almost everyone bring a large suitcase. I just bring one backpack dengan isi: 6 buah baju kaos, 2 buah celana panjang, 1 legging dan 3 celana pendek. For a whole month trip, for two different climate (winter and tropical), I just realize I was totally underprepared. Buat menghadapi cuaca dingin, gue cuma bawa 2 celana panjang, dan salah satu celananya adalah celana kain buat dateng ke nikahan. Gue udah beli satu kaos termal sih, tapi gue jujur ga yakin apakah satu kaos ini cukup atau engga. Tapi gue merasa, gue bakal bisa selalu pake kaos double + gue punya jaket winter juga jadi harusnya oke? gatau deh ahahaha
Another thing is, pas gue lewat money exchange di bandara, I just realize that I missed a lot of details for this trip :). Gue emang sengaja ga survey destinasi dan ga buat itinerary di trip ini karena gue pengen trip ini jadi a trip where I explore spontaneously, jadi gue cuma booking hotel + download aplikasi ride-hailing sana (YandexGo) buat jalan-jalan sana sini. Tapi, ternyata gue lupa banyak hal :0. Gue lupa bahwa gue harus punya uang cash dengan currency sana, gue lupa ngecek apakah colokan listriknya sama, gue juga lupa bahwa gue butuh internet disana hahaha. Tapi, dengan skill problem solving yang luar biasa, I addressed all those problem di airport (gokil gak??). Pertama, gue nuker dulu duit ke USD (karena money changer bandara ga punya som/tenge) biar kalo disana ga bisa ambil duit di ATM, at least di bandara sana bisa nuker. Kedua, gue beli paket internet roaming of course hahaha. dan ketiga, gue berhasil menemukan fakta sejarah bahwa colokan listriknya sama. So maybe all good, so far ?
23.15 Waktu Bangkok
Pesawat baru aja lepas landas, dan udah dapet tanda-tanda bahwa tripnya bakal flop :). Pertama, I got middle seat. Walaupun gue duduk paling depan dan dapat legroom yang relatif lebih lega, tapi tetep gue ga bisa tidur karena ga bisa nyender kemana-mana :). My plan was sleeping for this 7 hour flight, but seems like it was ruined.
Kedua, penumpang kanan-kiri gue kayanya bukan teman penerbangan yang menyenangkan. Sebelah kanan gue, duduklah seorang mba-mba galau, yang sepanjang boarding ngeliatin jendela dengan mata berkaca-kaca sambil pakai earphone. Gue assume, dia lagi dengerin lagu bernadya: masa sepi (russian ver) sambil mengenang kembali masa-masa indah di Bangkok dengan mantan pacarnya. Dia sedih harus berpisah dengan mantan pacarnya, which explain kenapa dia duduk sendiri di pesawat ini. Tangannya yang agak getar menjelaskan betapa sakitnya perpisahan ini. Gatau deh hahahaha ngasal banget.
Sebelah kiri gue, duduklah seorang mba-mba russian yang nyebelin. Kali ini, bukan cuma imajinasi gue yang bilang dia bakal nyebelin, tapi tingkah lakunya yang memberi tahu gue. Dia nanya ke gue: baterai hp nya tinggal dikit, apakah gue ada kabel charger? Gue bilang ada, tapi nanti aja karena bendanya ada di tas backpack gue di atas bagasi kabin. Tanpa gue sangka-sangka, dia berdiri, membuka tutup bagasi kabin dan mengambil tas gue. Ditambah lagi, dia langsung membuka salah satu bagian tas gue sambil nanya: disini kah? Gue akhirnya berdiri, membuka tas gue sendiri dan memberi dia powerbank.
Duh, I hope atleast I can sleep well deh.
Kamis, 27 November 2025
00.15 Waktu Bangkok
Gue berusaha tidur, tapi masih ga bisa. Di sebelah kanan gue, gue melihat mba-mba galau sudah tertidur pulas dengan bersandar di jendela pesawat, sepertinya sudah capek dengan kehidupannya. Disisi kiri gue, gue melihat mba-mba lancang juga berusaha tidur, tapi juga ga bisa. Dia mencoba banyak pose: tidur tegap, tidur dengan meluk tas, dan bahkan dia mencoba tidur di lorong pesawat buat beberapa menit, tapi untungnya ditegur pramugari. Gue tersenyum heran, kok bisa banyak banget idenya ni orang.
Beberapa saat kemudian, para pramugari membagikan bantal kecil dan selimut kepada para penumpang. Gue melihat ini sebagai inisiatif yang baik dari maskapai, hanya saja sepertinya tidak terlalu berguna buat gue. Tapi sepertinya mba-mba lancang ini melihat ini berbeda, dia punya ide cemerlang: dia naruh bantal tersebut di lehernya, dan dia nawarin gue buat nyender di bantal itu. Setelah gue nyender, dia pun ikut nyender di bantal tersebut dan voila, kita bisa tidur dengan bersandar di kepala masing-masing! Gue tersenyum heran, kok bisa banyak banget idenya ni orang. Untung gue tadi baik minjemin powerbank :)
— Tashkent —
04.15 Waktu Tashkent
Setelah 7 jam terbang, gue akhirnya sampai di bandara Tashkent. Jam gue pun udah menyesuaikan waktunya, sekarang jam gue menunjukkan pukul 04.15. Review gue: bandaranya sangat kecil, Gedungnya mungkin hanya seluas lapangan sepak bola. Proses imigrasinya sangat cepat, karena cuma pesawat kami yang datang pagi ini. Gue pun senang, karena walaupun tadi bisa tidur dengan metode mba-mba baik (iya namanya gue ganti udah bukan mba2 lancang lagi), tetep aja gue kurang tidur karena cukup sering kebangun. Prioritas gue sekarang adalah pergi ke hostel, check in dan langsung tidur. Look’s easy, lets go?
06.30 Waktu Tashkent
Gue kira, perjalanan gue akan diawali dengan mulus karena gue punya objektif yang relatif gampang: tidur di hostel. Gue salah total.
Pertama, perjalanan gue ke hostel ga berjalan mulus. gue emang udah install yandex go biar bisa langsung cabut dari bandara ke hostel. Tapi, aplikasi ride hailing uzbekistan ini ternyata sampah. Pas gue mau order taxi, dia berusaha ngirim SMS OTP ke nomor gue. Tapi, karena nomor gue nomor Indonesia, gue ga bisa nerima SMS OTP ini. Gue berusaha mengakali dengan reinstall, bikin akun baru, sampai beli SIM card sini, tapi tetep aja ga berhasil. Setelah mencoba mengakali, gue akhirnya berserah diri kepada mas-mas yang daritadi gue tolak-tolakin karena nawarin taxi scam. Selamat mas memang resiliensi selalu membuahkan hasil manis :)
Bandara Uzbek, overwhelming gasih diliatin banyak orang pas turun?
Kedua, gue kira setelah naik taxi scam ini, gue akan tenang dan bisa langsung tidur dengan tenang. Gue salah total. Pertama, titik dimana hostelnya berada ga jelas. Gue dan abang taxi akhirnya keliling-keliling satu kompleks RT buat nyari dimana hostel gue. Kedua, setelah ketemu, ternyata hostelnya tutup… Gue udah mencoba banyak cara, mulai dari ketok-ketok, ngintip-ngintip, sampe salto-salto tapi tetep tidak ada apa-apa. Setelah 30 menit, gue akhirnya pasrah dan mencoba tidur di bangku teras hostel, menunggu agak pagian. Ya Allah apa salah hambamu???
Hostel Uzbek yang tertutup rapat
10.30 Waktu Tashkent
Gue baru bangun, dengan nyaman tentunya. Tadi pagi, setelah kurang lebih 30 menit, tiba-tiba ada yang membuka pintu hostel, melihat dan membangunkan gue yang tidur di bangku teras. Awalnya gue dikira gembel (gue ga bisa nyalahin sih), tapi gue bilang gue punya reservasi, dan akhirnya gue bertemu pegawai hostel. Gue pun check-in dan pergi ke kasur gue dan tidur dengan tenang, yey!! Tapi masalah gue belum kelar hari ini: gue masih harus figure out gimana keliling-keliling Tashkent karena aplikasi YandexGo gue kan ga bisa dipakai ya? Satu-satunya langkah yang kepikiran adalah gue harus beli SIM dari provider lain, dan ngetest apakah SMS OTP sialan ini bisa masuk pake SIM baru ini. Let’s see lah ya?
19.52 Waktu Tashkent
Gue baru aja kelar jalan-jalan, dan turns out cukup oke. Let me explain.
Tadi siang, gue kan mencoba mencari cellular shop buat memperbaiki yandex go gue, dan ternyata, menurut penjaga hostel gue, yang paling dekat dari hostel gue adalah di stasiun, sekitar 45 menit jalan kaki dari hostel gue. Akhirnya, gue jalan kaki ke stasiun tersebut, dan ga nemu bangke. Akhirnya gue pasrah dan memutuskan buat jalan-jalan random aja disekitaran stasiun tersebut, siapa tau nemu ya kan. Setelah 10 menitan jalan random, gue akhirnya menemukan cellular shop yang oke. Namun, walaupun gue udah membeli nomor baru, gue masih aja ga bisa menerima SMS OTP sialan itu anjir. Setelah stuck cukup lama, gue akhirnya disarankan oleh penjual sim card buat pake aplikasi lain: MyTaxi. dan yang ngeselin adalah, pendaftaran pake aplikasi ini cukup gampang, bahkan bisa pakai nomor Indonesia gue. Tau gitu dari bandara anjir!! I don’t have to spend Rp. 300 rb cuma buat taxi 15 menit!! Gue ga harus beli 2 SIM card berbeda!! Tapi yaudah okelah akhirnya kan tetep bisa jalan-jalan.
Dari toko telepon itu, gue pun langsung memesan perjalanan taxi pertama gue (anjay), ke Hazrati Imam Complex. Gue sih nanya chatGPT, katanya ini tempat paling wajib buat dikunjungi selama di Tashkent. dan bener, this place is unreal! Gue berasa berada di abad ke-8, nonton dokumenter natgeo dimana berasa banget arsitektur islam abad itu. Gedung putih terlihat gagah dengan aksen keramik biru bertuliskan kaligrafi membuat rasa takjub gue pun muncul kembali.
Disini juga gue ketemu ibrahim, yang awalnya gue cuma nanya dimana toilet, tapi dia malah showing me around kaya tour guide padahal gue cuma butuh tau dimana toilet. Akhirnya sambil kebelet, diceritakanlah gue sama si ibrahim tentang apa aja yang ada di kompleks masjid ini. Ada beberapa bangunan yang dulunya merupakah sekolah, dan kompleks ini menjadi salah satu pusat pengetahuan dunia kala itu. Disini juga disimpen mushaf Quran tertua dari abad ke-7, dimana jadi bukti juga Quran ga pernah berubah selama berabad-abad. Akhirnya, setelah dibawa keliling kurang lebih 40 menit, akhirnya gue pun minta izin meninggalkan Ibrahim mencari toilet karena kayanya sih udah keluar dikit ya :’)
Hazrati Imam Complex & Ibrahim. Dia bilang dia mau practice english sih jadi ya oke gue nurut
Setelah itu, gue pun langsung pulang dan mampir dulu buat membeli makan (gue lupa makan anjir dari pagi). Gue ga nemu restoran disekitar hostel gue, jadi gue beli roti aja di warung madura terdekat. Jadi ya gitu deh, gue mau spend malem ini buat nyari tau apa yang gue harus lakukan besok. Sampai ketemu besok!
Jumat, 28 November 2025
19.15 Waktu Tashkent
Wow, today is actually amazing. Sekarang, gue lagi di suatu pasar malam disini, dan liat ada stall yang jual ramen. Sambil nunggu pesenan gue, gue ceritain aja petualangan gue hari ini.
Semalem, gue udah bikin satu path di google maps ke berbagai tempat di Tashkent. Pertama, gue pergi ke Chorsu Bazaar, kaya semacam pasar tradisional gitu. Katanya, disini ada tempat nasi plov (makanan khas sini, kaya nasi minyak + daging kuda) terkenal, jadi gue memutuskan buat jadi destinasi pertama gue sambil makan siang. Turns out tempatnya cukup tradisional, agak remang-remang tapi makanannya cukup oke dan harganya jg lumayan murah buat uzbekistan. Disini juga, gue membeli sebuah sarung tangan karena gue rasa cuacanya dingin dan akan sangat berguna buat gue beberapa hari kedepan.
Setelah itu, gue pergi ke beberapa destinasi. Pertama, gue ke Kukaldosh madrasati, kaya salah satu sekolah dengan arsitektur timur tengah abad ke-9. This is one of the oldest school here, dan masih aktif dipakai sampai sekarang. Setelah itu, gue jalan ke Mustaqiliq Maidoni, kayanya salah satu taman disini yang ada patung amir temur nya. Di sepanjang jalan, gue merasa ada banyak hal yang cukup unik. Pertama, ada banyak banget toko buku. Gue gatau apakah emang kebetulan area yang gue lewati area kampus, tapi tetep aja menurut gue menarik. Dan gaada yang main handphone selama di jalan juga? Kedua, jalan kaki kayanya cukup umum disini, dan transportasi publiknya cukup oke. USSR country kan cukup terkenal dengan metronya, dan stasiun metro sini cukup unik desainnya (yang gue turun terakhir temanya luar angkasa lol). Terus, gue ga ngeliat ada motor sama sekali juga disini. Ketiga, banyak banget taman publik. Gue kayanya ngelewatin sekitar 4 taman di perjalanan gue dari chorzu bazar ke kukaldosh madrasati ke sekarang ada mustaqiliq maidoni. dan tamannya juga sangat oke. Bahkan, ada taman dengan patung kaya tokoh skyrim, dimana ada api abadi disini anjay.
Yang terakhir, mereka punya semacam teko yang multifungsi. Gue ada cerita unik. Tadi siang, gue kan mampir ke salah satu masjid buat solat, dan waktu wudu, gue agak teriak (dikit) karena airnya beku. Setelah mendengar gue, ada kakek-kakek yang notice dan ngambil air dari suatu keran dan dikasihlah air dari teko ke gue. Gue pun bilang makasih, dan nuangin air dari teko tsb ke tangan gue, dan ya betul, gue teriak lagi. Tanpa gue sangka, air di teko yang dikasih oleh si kakek ternyata air panas, dan air tersebut harusnya dicampur dengan air dingin dari keran wudu. Ya mana gue tau kan!!
Teko Uzbek
Btw, makanan gue udah dateng, tapi yang dateng malah doner kebab. Tapi gapapalah, gue laper jadi gue mau makan dulu ya. See you tomorrow?
Sabtu, 29 November 2025
08.15 Waktu Tashkent
Hari ini, gue punya waktu sekitar 10 jam sebelum gue harus ke bandara buat ke kazakhstan dan gue udah punya plan! Gue berniat buat jalan kaki ke suatu rute yang menarik: dari minor masjidi ke suatu museum namanya “Museum of victims of political oppression”. I was expecting hari ini jadi hari santai karena gue harus bawa backpack gue (hostel gw udh gaada lagi) dan waktu gue juga ga banyak sih. Let’s hope for the best?
13.15 Waktu Tashkent
Gue barusan baru balik dari minor masjidi, dan sekarang gue lagi jalan ke museum yang gue bilang tadi pagi. Tapi tebak gue nemu apa dijalan? Salah!! gue lagi ada di kuburan HAHAHAHA. gue bingung kenapa gue tbtb lewat kuburan padahal di google maps tulisannya taman. Gitu ajasih gue mau lanjut jalan lagi.
Kuburan Uzbek
17.15 Waktu Tashkent
Kenapa ya gue selalu lupa makan kl lagi jalan-jalan? gue lagi di restoran doner kebab disini (untungnya beneran dikasih doner kebab) karena tiba-tiba laper.
Oh ya, gue mau ceritain pengalaman gue tadi di museum. Pas gue jalan kesana, pemandangan sekitar museum itu cakep banget anjir!! Disekitar situ kaya ada sungai yang airnya biru banget, terus bangunan museumnya cantikk bangett ga masuk akal. Gue awalnya pengen duduk disamping sungai, tapi setelah gue liat kiri-kanan, kayanya isinya orang pacaran semua kampret. Kenapa sih dunia menciptakan makhluk berpasang-pasangan??
Akhirnya gue lanjut jalan ke museum, dan waktu masuk ke museum, gue mendengar ada nyanyian seriosa merdu banget ga boong. Gue kira ada live performance, dimana bidadari turun dari surga dan menyanyikan melodi merdu untuk manusia fana, jadi gue main masuk aja kedalem. Turns out, ada mba-mba yang lagi nyanyi sambil nyapu, dan dia jadi kagok sendiri karena ga nyangka ada gue yang dateng ke museum ini :) Gapapa mba anggap aja saya juri The voice, 2 jempol untuk kamu!!
Museum Uzbek yang cantik parah
The museum was nice, I learned a lot about history, like how uzbek was a education center during arab caliphate, and it used to be one path of silk road also. I realize that uzbekistan also have some USSR influence, like there are a lot of war refugee from Korea in Uzbekistan, or there is also cotton scandal in USSR that cause massive structural issue of soviet back then.
Anyway, my taxi to airport was already here :) I just realize that my struggle to get this taxi app is useless, as I only used it twice. I only used it on my first day to hazrati, and today when I go to the airport. Other than that I use metro or walking :) Gpplah namanya juga pengalaman hidup :0
Minggu, 30 November 2025
— Almaty —
01.12 Waktu Almaty
Kayanya gue selalu sial dah kalo mau berangkat dari bandara ke hostel. Jadi, gue baru saja nyampe di Almaty, setelah terbang dari Tashkent. Gue kira perjalanan gue akan lancar, karena gue udah punya app buat ride hailing sini & gue udah kontak hostel gue karena gue akan nyampe jam 1 malam. Tapi ternyata emang gue ga bisa kalo lancar gini.
Waktu gue menginjakkan kaki di Bandara Almaty, gue langsung segera memesan taxi buat ke hostel gue, karena udah jam 1 malam juga kan. Tapi, yang gue miss adalah, gue ga punya uang kecil buat membayar taxinya. Uang terkecil yang gue punya adalah 10rb tenge (which is 300 ribu rupiah), dan tentu saja taxi yang gue tumpangi tidak punya kembalian :) Taxi ini juga (ngakunya) buru-buru karena dia ada penumpang lain, jadi gue butuh keputusan cepat. Akhirnya, gue pun merelakan membayar 6x lipat harga taxi lagi, karena taxinya ga punya kembalian. Berasa dejavu ya :)
Dan kesialan gue ga berenti disitu. Waktu gue sampai, hanya ada satu bangunan tua dengan satu pintu yang terkunci. Gue berusaha ketok-ketok, dan gue juga berusaha chat property ownernya dan tentu tidak membuahkan hasil. Bedanya, di teras bangunan tua ini gaada bangku yang bisa gue tiduri :) Akhirnya gue pun pasrah dan pergi ke bar yang ada di dekat situ, sambil menunggu balasan chat dari owner hostel gue. Mungkin, gue ditakdirkan buat jadi setengah gembel disini. Apa mending gue mulai coba nyanyi-nyanyi di lampu merah ya? Gatau deh, doain ya semoga cepat dibalas chat gue.
Hostel Kazak
03.12 Waktu Almaty
Setelah 2 jam nongkrong di bar, gue akhirnya menemukan jawaban dari owner hostel gue. Ternyata, dari tadi gue salah mengetok pintu :’) Yang harusnya gue ketok adalah pintu besi yang ada disebelah pintu yang gue ketok (lihat foto). Tapi yaudahlah akhirnya gue bisa masuk dan bisa bertemu kasur yang melegakan. Good night, oyasuminasai!
10.00 Waktu Almaty
Gue terbangun karena mendengar suara orang india di kasur disebelah gue marah-marah di telepon, mana di-loudspeaker lagi. Gue ga tau apa yang terjadi, tapi yang jelas itu terdengar kaya suami orang ke-gap selingkuh terus berusaha berbelit-belit menyangkal padahal si cewe udah punya bukti lengkap. Kalo gue berusaha translate, kira kira gini (disclaimer: gue ga bisa bahasa india, jadi ini imajinasi gue aja):
ce: “Kamu dari semalem kemana kok ga pulang-pulang sampe sekarang? mana perginya gak bilang-bilang?”
co: “aku lagi kerja sayang ini lagi lembur, masih di kantor aku”
ce: “Ah boong kamu aku udah nyamper ke kantor pagi ini bawain sarapan kok kamu gaada”
co: “iya sayang ini perjalanan dinas, nanti siang aku pulang”
ce: “oohh dinasnya bareng sekretaris kamu ya? kata didi temen kantor kamu, kamu jalan sama mba santi?”
co & ce: lanjut debat
pusing mendengarkan orang india selingkuh, gue pun keluar kamar dan mengitari hostel, berharap nemu temen buat diajak keluar. Selain orang india selingkuh, gue cuma melihat mba-mba penjaga hostel lagi mainan sama kucing, dan bapak-bapak china rambut panjang lagi mau mandi. Oklah, maybe orang-orang udah cabut dari pagi kali ya, pikir gue.
gue pun lanjut masuk ke kamar dan rebahan, sambil nyari-nyari apa yang bisa gue lakuin hari itu.
10.45 Waktu Almaty
Gue akhirnya nemu apa yang bisa gue lakuin hari itu. Gue nanya chat GPT, katanya ada tempat ski namanya shymbulak dimana disana ada kelas beginner, which means gue yang ga pernah main ski bisa belajar!! Sangat excited, gue pun mulai pesen taxi dan cabut, meninggalkan mas-mas india selingkuh yang masih sibuk debat.
12.00 Waktu Almaty
Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, gue pun sampai di tempat main ski. Pertama sampai, gue baru sadar bahwa main ski perlu peralatan, dan sepertinya semua orang udah mempersiapkan itu dari mobilnya :) Tapi dengan otak cemerlang gue, gue pun bertanya kepada counter ticket dan voila, ternyata peralatannya bisa disewa di toko yang ada di basement bawah (tempat masuk ada di lantai atas). Akhirnya, gue menyewa peralatan di bawah (helm, goggle, celana (karena gue pake jeans katanya gampang basah), ski stick & sepatu) dan naik lagi ke atas setelah memakai semua peralatan tadi. Tapi, entah karena gue salah atau belum terbiasa, gue jalan ke tempat ski kaya robot hahaha. sepatunya sangat berat, dan susah buat jalan. Gue pun kembali ke tempat counter, dan menyewa tiket paling murah, yakni beginner pass. Asik, gue bakal belajar main ski nih!
13.00 Waktu Almaty
Pertama masuk, gue kira beginner pass mean ada instruktur yang ngajarin orang-orang disana cara main ski. Ternyata gue salah, beginner pass itu artinya ada satu lapangan khusus untuk beginner :) Dan pas gue masuk, isinya waktu itu adalah anak-anak usia 7-10 tahun yang baru belajar main ski. Kakak join ya adek-adek manis :)
Dan ternyata, belajar main ski ga segampang yang gue kira. Gue udah cukup sering main sepatu roda, bahkan cukup sering juga main ice rink, jadi gue cukup pede karena gue punya basicnya. Tapi ternyata gue salah total. Pertama kali pakai papannya, gue ga bisa gerak / majuin kaki gue sama sekali. Dengan terrain lapangan yang agak sedikit menurun, gue pun merosot jatuh dan nyangkut di jaring-jaring pinggir lapangannya. Ga sakit sih, tapi malu banget apalagi dilewatin sama adik-adik manis. Mana gue juga ga bisa berdiri kan?? Akhirnya, setelah kurang lebih 5 menit jatuh dan nyangkut, gue pun disamperin sama petugas dan dibantu berdiri. Demi Allah malu parah.
Setelah kurang lebih 30 menit ngeliatin orang-orang, gue pun memberanikan diri berjalan dengan papan. dan ya betul, gue jatuh mulu. Terrain yang miring + gue yang ga ngerti merupakan kombinasi pas yang bikin gue jatuh. Gue terus-terusan lepas-pasang si papan, biar gue bisa jalan agak jauh dari pinggir lapangan (biar ga nyangkut di jaring-jaring lagi) terus berusaha jalan tapi pakai papan skinya. Tapi tetep aja, gue ga bisa-bisa. Gue pun punya misi hari itu: ga bisa main ski, ga boleh pulang. Masa bocil aja bisa, gue gabisa?
14.00 Waktu Almaty
Setelah mencoba sekitar 1 Jam dan puluhan kali jatuh, gue pun udah bisa berjalan ke arah travelator lift, walaupun kaya orang tolol dikit. Sekarang gue punya PR baru, gimana caranya meluncur dan ga jatuh. Gue bisa meluncur, tapi gue ga bisa kontrol seberapa cepat & arahnya kemana, jadinya gue jatuh mulu. Petugas lapangan sana juga kayanya udah capek ngeliatin gue, sering banget pas dia mendekat gue disemangatin soalnya :D Gue juga sering nabrak orang, tapi kayanya mereka harap maklum HAHAHA
Gue sih udah beberapa kali liat orang-orang, termasuk ikutan nguping ada satu grup yang ada instrukturnya. Kayanya ya, kuncinya itu ada di kaki. Telapak kaki kita harus miring + lutut kita juga harus ngikut. Tapi gatau ya kok gue ga bisa bisa, jatuh mulu. Lets see?
15.30 Waktu Almaty
Ternyata, setelah beberapa puluh kali jatuh dan mengamati orang lain, gue bener. Kuncinya ada di kaki anjay. Sekarang, gue udah bisa belok-belok hihi gokil gak gue?? Gue juga udah nyoba meluncur 3 kali, dan puji Tuhan ga jatuh anjay. Sekarang, gue udah bisa bersaing sama bocil-bocil disini dalam hal mengitari cone ahahaha. Yang tadinya bocil-bocil ini ngeledek gue, sekarang gue udah berani adu cepet-cepetan. Sini maju senggol dong anjay!!
19.45 Waktu Almaty
Anjir ga berasa, tiba-tiba udah gelap. Gue baru sadar bahwa disini matahari terbenam jam 5 sore, jadi setelah main ski gue buru-buru pulang ke hostel. Ada hal menarik, pas gue naik taksi, gue ditawarin makan apel sama abang taxinya. Katanya, apel adalah bentuk keramah-tamahan warga almaty, dan almaty sendiri artinya kota apel. Hmm, karena gue laper (belum makan dari pagi), gue ambil aja apelnya dan gue langsung abisin. Tapi setelah gue abisin, gue baru sadar, seinget gue bagian tengah apel beracun ga sih?? That’s fine, gue yakin kalo gue jatuh tertidur setelah makan apel beracun dari supir taxi jahat yang iri dengan gue, ada putri kazakhstan cantik yang mau turun menyelamatkan gue.
Anyway, gue capek, kayanya gue mau nyari makan deket sini terus abis itu tidur. See you tomorrow?
Senin, 1 Desember 2025
08.45 Waktu Almaty
Selamat pagi!
Semalem, gue udah cek hostel gue, dan ternyata emang ga banyak orang yang tinggal disana hari ini. Selain mas-mas india selingkuh dan orang china rambut panjang, gue cuma melihat bapak-bapak india lain (kayanya temennya si india selingkuh) lagi masak sesuatu. Gue belum sempet kenalan sih, tapi kayanya hari ini gue akan berpetualang sendiri lagi aja. Gue juga ngecek app coach-surfing semalem, tapi kayanya isinya orang ga jelas semua. Gue baru inget gue mau ke alam-alam, dan kayanya satu-satunya cara buat kesana adalah pake trip, so I already booked one last night, and it’s set for tomorrow. Buat hari ini, gue akan keliling kota aja. Let’s go!
12.30 Waktu Almaty
Wow surprisingly, ternyata gue book hostel yang sangat dekat dengan titik-titik turis disini. Cuma jalan 5 menit, gue udah nyampe di Zenkov Cathedral, panfilov park. Anyway, ternyata gue hari ini tidak fully sendiri. Tadi, gue ketemu solo traveler lain di panfilov park. Cara kita kenalan menurut gue agak aneh, disekitar gereja kan ada banyak burung-burung merpati, jadi gue main dengan burung merpati tadi. Tiba-tiba dia dateng, terus kira-kira gini percakapan kita:
dia: “Burung burung disini gendut-gendut ya?”
me: (dalam hati: basa-basi aneh macam apa ini?) “Hahaha yes in my country the bird are skinny”
dia: “yes people here feed them well, anyway I am Zhang from China. Nice to meet you”
me: “Hello I am ayyub from Indonesia, salam kenal”
Well turns out he is a nice guy, and quite a photographer as well. Dia lagi keliling central asia, dan punya hobi motret dengan kameranya. Dia pun menjadikan gue sebagai model dadakan, dimana gue yang lusuh pun dibuat ganteng dengan kepiawaiannya memotret. Kita keliling taman buat foto-foto, dan hasilnya pun cukup decent. Hanya satu kekurangan dia, dia punya HP dengan aplikasi yang totally berbeda. Waktu gue mau minta fotonya, kita bingung mau kirim dimana karena kita gaada aplikasi yang sama. Dia ga punya WA, FB, IG, anything yang biasa orang indo punya. Gue yang mau liat fotonya pun bingung karena HPnya bahasa mandarin. Akhirnya, gue liat logo tiktok di HPnya, dan gue minta dikirim lewat tiktok aja. Sayangnya, gue ga ngerti kenapa fotonya ga bisa dikirim lewat DM, jadinya dia bikin post di tiktok dan meminta gue untuk men-download aja fotonya dari post tersebut.
So anyone who read this, if you see in tiktok there is a certain post of me. I understand that post make me looks like I am gay, but I am certainly not gay at all!! this is my clarification why those post exist!!
Zhang & Saya
Anyway, we already separated now, and I will continue my adventure. let’s go!
19.30 Waktu Almaty
Setelah berpisah dengan Zhang, gue pun melanjutkan perjalanan ke kok-tobe, semacam pasar malam di atas bukit. Sejujurnya, gaada yang menarik disini. Karena hari senin, pasar malam ini juga sepi. Diatas, ada roller coaster yang bisa dipakai buat menuruni bukit, but I am not interested at all. Jadi diatas, gue hanya makan es krim, dan melamun. Es krimnya enak, tapi gue curiga karena badan gue hangat setelah makan es krim. Gue sih yakin antara es krimnya ada alkoholnya, atau dikasih balsem sama yang bikin. Tapi entah apapun zat didalam es krim itu, melamun sambil makan es krim turns out to be so peaceful.
Hari pun semakin gelap, gue bergegas pulang. Besok gue harus berangkat jam 5 pagi. Let’s hope tomorrow will be good :)
Selasa, 2 Desember 2025
08.45 Waktu Almaty
Tadi pagi, gue berangkat dari almaty menuju desa saty. Perjalanan ke desa saty kira-kira butuh waktu 3 jam, dan kita sekarang udah sampai di destinasi pertama kita di desa ini: Moon Canyon. This is my first time looking at a canyon, and my mind traveled into a lot of movies where people travel across a canyon. Gue membayangkan orang-orang zaman dulu melewati lembah ini sambil mengendarai unta, membawa bahan makanan dan barang berharga untuk diperdagangkan. Mereka berjalan di siang terik, pakai sorban putih panjang di dalam karavan-karavan. Dibalik batu yang sana, ada penyamun jahat yang coba merampok karavan ini. Tapi yang mereka ga tau, tepat dimana gue berdiri, terdapat harta karun peninggalan sultan solomon HAHAHA
Disini juga gue kenalan dengan dua orang bapak-bapak asal india yang punya tongsis canggih (bisa muter-muter anjay). Dia juga software engineer di Dubai dan lagi break liburan di Kazakhstan berdua dengan temannya. Gue dan dia pun saling membantu mem-foto satu sama lain. Alhamdulillah, sepertinya bapak-bapak India ini ga selingkuh. Well, a good sign!
11.45 Waktu Almaty
Waktu udah hampir menunjukkan jam makan siang, dan kita digiring ke salah satu rumah warga disini untuk makan siang. Seorang ibu dengan perawakan tinggi dan tambun menyambut kami dengan ramah, meminta kami untuk melepas jaket dan menggunakan sandal tamu. Dengan ramah, beliau mempersilahkan kami untuk mengisi kursi-kursi yang ada di ruang makan, dimana makanan khas kazakhstan telah tersaji untuk kami. I swear to God, ini adalah sajian makanan paling meriah yang pernah gue terima. Gue berasa pangeran arab yang lagi bertamu ke kerajaan sebelah, dijamu dengan begitu meriah dan warna warni.
Jamuan Makan Siang Kazakhstan
Oh, disini juga gue kenalan dengan seorang scientist dari Inggris yang lagi liburan dengan orang tuanya. Dia lahir dan besar di Bangkok, jadinya kita banyak membahas perkembangan Bangkok. Tapi gue penasaran sama kerjaan dia sih, I hope I have a chance to have a conersation about it later. Dah gue mau makan dulu!
15.45 Waktu Almaty
SUMPAH GAMAU PULANG!!! ANJIR KOK BISA SEBAGUS INI!! WOYY WOYY WOYY??? Gila anjir!! NANGISSS PARAHH ANJIRR APA APAANNN !! I believe I cried a little bit when I see kolsai lake. Demi Allah anjirr T.T so good!! Gunung-gunung menghampar dan ditengahnya ada danau yang menyerupai sungai.. persis kaya gambaran anak TK. Suasana winter bikin ini tambah cantik, pohon pinus yang bagian atasnya sedikit tertutup salju membuat gue merasa bahwa gue sangat beruntung bisa melihat pemandangan kaya gini dalam hidup gue. Gue punya satu checklist dalam hidup yang baru kesampaian sekarang, salju.
Gue dan danau kolsai
Seperti biasa, gue memisahkan diri dari rombongan gue di tur, mengambil jalur kanan untuk mendekat ke bagian danau yang sepi. Dan gue sangat beruntung, karena literally cuma gue makhluk yang menghembuskan karbondioksida disini kayanya. I spent like 30 minutes to just sit here and think, and I swear to God this is one of the best 30 mins that I have so far in my life. It’s crazy to think that I almost cancel this trip just because I’m scared :) I am glad I am alive.
19.45 Waktu Almaty
Keasikan duduk di danau hampir membuat gue lupa waktu dan ditinggalkan oleh rombongan gue di tengah danau. Untungnya, tiba-tiba hp gue geter karena notif SMS judol, dan gue pun jadi sadar gue punya waktu 15 menit sebelum mobil meninggalkan tempat. Terimakasih judol kali ini kamu berguna :)
Anyway, sekarang kita udah menuju tempat kita menginap malam ini, yakni yurt camp. Gue sih sangat excited karena yurt camp ini adalah bagian dari tradisi nomad bangsa kazakhstan, dimana mereka membuat tenda semi-permanen untuk tinggal sementara waktu sebelum pindah ke daerah lain. And surprisingly, these tent was huge! Satu tenda kayanya bisa menampung 6 orang, dan isinya ternyata sangat proper dari apa yang gue bayangkan. Ada 6 buah kasur yang siap ditempati, dan ditengah-tengahnya ada meja kecil. dan surprisingly, didalamnya sangat hangat, padahal tidak ada pemanas sama sekali! Gue yang biasa tidur pakai 2 jaket, kali ini bisa tidur cuma pake kaos. Gokil!
Isi tenda yurt
Anyway, gue udah laper, dan udah dipanggilin buat ke tenda makan, so maybe talk to you soon?
Rabu, 3 Desember 2025
01.15 Waktu Almaty
Gue baru balik lagi ke kamar buat tidur, setelah makan dan deep-talk dibawah api unggun. Gue ceritain deh
Tadi sekitar jam 8 malam, kita dipanggil ke tenda makan untuk menyantap makan malam. Kita dikasih makan plov, semacam nasi minyak + daging kuda gitu deh. Gue duduk semeja dengan beberapa temen dari Filipina, dan satu orang US yang lagi libur semester dari kuliah di Australia. Disini, gue belajar banyak, terutama persamaan di bahasa filipina dan indonesia. Tahukah anda, bahwa kata “kentot” juga dipakai di filipina, “kantut”, which means bercinta? Wow, pelajaran yang sangat berharga wahai Ayyub Abdurrahman.
Setelah puas makan, kita diajak buat deep-talk dibawah api unggun. Disini, kita masing-masing berkenalan, dan deep-talk. Here I learned a lot about diversity. Ada mas-mba dari India yang nyeritain bahwa mereka adalah couple hasil arranged marriage, and turns out its not bad. They start learning about each other on the marriage, and it’s better because you got nothing to hide. After a while, they do love each other at the end. Gue juga baru tau tradisi unik dari kazakhstan. Kalau istrinya lagi melahirkan, si bapak akan mengelilingi tenda-tenda pake kuda sampai bajunya berkeringat, dan pas bayinya lahir, baju bapaknya yang berkeringat tadi dipakaikan ke anak yang baru lahir agar dia menjadi penunggang kuda yang hebat.
Anyway gue tadinya mau liat bintang, tapi ternyata bintangnya ga muncul. dan gue ngantuk. bye!
10.15 Waktu Almaty
Good morning! Pagi ini, kita berangkat dari yurt camp menuju destinasi berikutnya: Kaindy lake! Perjalanan kita dimulai dari jam 8 pagi, dan kita membutuhkan 2 buah bus untuk mencapai daerah ini: satu bus biasa, dan satu bus soviet untuk medan khusus! Pengalaman naik bus soviet ini juga agak unik sih, dimana kita diputerin musik dangdut russia sambil goyang-goyang karena jalannya sangat wavy hahaha.
Soviet Bus
Perjalanannya belum kelar dari naik bus. Kita diantar ke satu titik dimana banyak mobil parkir, dan disekitar ada semacam istal kuda. Dari sini, kita diberi dua opsi: naik kuda 15 menit, atau jalan kaki 15 menit. Tentu saja gue dengan kepala sadar memilih naik kuda. Seumur hidup gue, kayanya gue baru sekali deh naik kuda, yakni waktu kecil di punti kayu. Itupun kudanya ga gerak, dan dia mencret juga setelah gue naikin. Pengalaman naik kuda ini jadi salah satu pengalaman unik juga buat gue, karena kuda gue jalan sendiri anjir setelah gue naikin! Gue literally naik kuda, tanpa pemandu, menyusuri lembah dan pegunungan salju di jalan tinggi. Beberapa kali, kuda gue minggir-minggir sampai hampir terperosok di jurang. Gue yang ga pernah naik kuda, sok-sokan narik-narik tali kudanya biar dia bisa belok-belok, menjauhi tepi jurang. But the view is sooooo goooodddd omgg i want to cryy T.T
Setelah 15 menit naik kuda, akhirnya kita sampai di Kaindy lake, danau dimana setengah bagiannya beku. I am soo lucky to be here not gonna lie. To witness how great God is onto His creation like this is an honor for me. Danau es yang beku, dikelilingi oleh pegunungan, dimana ada banyak pohon tertutup salju is a great combination for a painting. Gue sebenernya pengen eksplor bagian lain danau, tapi gue ga dibolehin sama tour guide gue. Katanya, ada viewing point lain yang lebih menarik, tapi jalannya beku dan licin, jadi bakal berbahaya buat orang yang ga berpengalaman. I am so sad :(
13.15 Waktu Almaty
Gue baru kelar makan, dirumah yang kemarin. Kita dijamu seperti biasa, tapi ada satu hal yang pengen gue ceritain: percakapan gue dengan Phang, scientist Inggris yang gue ketemu minggu lalu. Kali ini, gue mengajak dia buat bercakap-cakap tentang kerjaannya, dan turns out sangat menarik?? Dia adalah seorang Molecular Biologist, dimana kerjaannya sekarang adalah meneliti DNA. Gokil gak tuh?
Dia bilang bahwa sebenernya DNA kita itu udah diteliti dan dipetakan tiap bagiannya. Misal bagian A yang menentukan warna rambut, bagian B menentukan bentuk alis, atau bagian C menentukan siapa yang ada di hati kamu (aww). Ini menarik, karena kita bisa aja coba-coba modifikasi tiap bagian untuk membuat kita jadi perfect human. Kita bisa aja mengubah manusia jadi kebal penyakit, bahkan bisa jadi healthspan kita jauh lebih panjang di masa depan. Tapi menurut Pung, hal itu masih jauh, di modifikasi DNA sendiri, kita punya banyak tahapan dalam pengujian, kaya nyoba di tikus, primata, lalu uji klinis ke manusia. Tiap tahapan butuh waktu panjang, dan kalo gagal ya ngulang lagi.
Interesting, huh?
16.45 Waktu Almaty
Gue baru aja balik dari charyn canyon, lembah terbesar yang ada disini. Saking besarnya, butuh 1 jam bolak-balik untuk pergi ke ujung dan kembali ke titik kumpul. Itulah kenapa, di rombongan ini gaada yang mau eksplore selain gue dan brian, orang US yang gue ceritain sebelumnya.
Karena kita gamau buang-buang waktu, kita pun memulai perjalanan kita. Sepanjang perjalanan, gue berasa kaya seorang adventurer yang menjelajah difilm dune. Disepanjang jalan, kita melihat lembah dan pasir, dimana ada suatu ukiran yang diukir selama ribuan tahun oleh angin. Gue dan brian pun bercakap-cakap tentang banyak hal, dari grand canyon di US, makan torpedo kuda, sampai chapstick yang bisa membantu bibir gue tetap basah di cuaca dingin. Setelah sampai di ujung lembah, kita pun berehat selama 15 menit di tepi sungai.
Setelah istirahat, kita pun kembali jalan pulang. Tapi, karena capek jalan jauh, gue pun nyeletuk: “kayanya bisa deh kita ngecheat dikit, manjat tebing diatas biar langsung sampe”. Si brian, tanpa gue sangka menjawab gue: “Ide bagus, ayo laksanakan!”. And we are two idiots, for sure. Setelah bersusah payah memanjat tebing yang gue maksud, ternyata diatas tebing gaada jalur buat ke parkiran mobil dimana kita harusnya kumpul. Kita pun tertawa terbahak-bahak diatas, dan kembali turun kebawah.
Kegagalan di tebing pertama, ga membuat brian menyerah. Kali ini, dia nunjuk satu jalur lain keatas, terus bilang: “it will be funny if we tried that route too”. Gue pun menjawab: “sure, why not? we have plenty of time”. dan begitulah teman-teman, kenapa laki-laki umurnya lebih pendek dari perempuan.
But this time, we succeeded. Setelah mendaki beberapa menit, kita pun sampai diatas dan melihat parkiran mobil dimana kita seharusnya berkumpul. Gue bilang ke brian: “if we dont take this path, and stick to where we are from, we must have already been here man”. Jawaban brian cukup melekat di kepala gue. Dia menjawab: “yeah sure, but we wont have this cool story?”. Gue dan brian pun tertawa terbahak-bahak.
Anyway, I think it’s time for us to go back to Almaty. Kayanya sih ini akan jadi perjalanan panjang lagi, so I will try to sleep at the car dan cari tau apa yang gue harus lakuin besok. See you tomorrow?
Kamis, 4 Desember 2025
08.45 Waktu Almaty
Jam 6 pagi tadi, gue berangkat ke big almaty lake, suatu danau di kota almaty. The scenery is actually similar with kolsai lake, but its enormous. And, the best part is, because I arrived here in the early morning, there is almost no-one here except me. Konon kabarnya, ini danau adalah sumber air bersih kota almaty. Sekitar 40% air bersih dari kota Almaty berasal dari air permukaan, dan salah satu penyumbang terbesarnya adalah big almaty lake ini. So, knowing all those fact, my intrusive thought tell me to drink the water (see my story), and omg its so pure! I guess this is one of the best water I have ever drank in my life :)
Big Almaty Lake
Oh ya, setelah nyobain minum air, gue pun bertemu dengan orang Indonesia yang juga mengunjungi danau ini setelah gue. Dia orang indonesia yang lagi pengen buka tur ke kazakhstan dari Indonesia, dan ditugasi oleh kantornya untuk survey-survey lokasi menarik. I actually have no plan today, so I decided to accompany him, let’s go?
09.45 Waktu Almaty
I don’t know, but maybe this is a bad idea hahaha. Setelah balik dari big almaty lake, sekarang kita mau menuju ke destinasi lain deket sini. Menurut si mas tour leader, katanya ada pemandian air panas gratis deket sini, yang katanya cuma jalan “dikit” dari big almaty lake. Jadi begitulah sekarang, gue dan dia ada di jalan antah-berantah, dimana literally gaada kendaraan yang lewat, dan gue juga gaada internet karena sinyalnya jelek. Hidup gue sekarang bergantung 100% pada kebenaran informasi yang si mas-mas tour leader ini telah riset. Kita udah jalan sekitar 25 menit, dan gatau ya “dikit” ini seberapa dikit. Mari kita lihat, kalo gue ga nulis lagi artinya gue udah gaada. See you!
12.45 Waktu Almaty
Halo lagi! Gue baru kelar explore area pemandian panas yang dimaksud sama mas-mas tour leader ini. Ternyata, area yang dimaksud kayanya adalah starting point buat trailing di pegunungan deket sini, dan ada bagian dimana kita bisa mandi air panas disini. Dari titik terakhir gue cerita, butuh sekitar 20 menit lagi buat kita mencapai tempat ini. Sungguh “dekat”.
Anyway, sebelum kita nyoba mandi, kita sempet explore dikit area trailingnya, dan sepertinya agak berbahaya. Ada dua jalur, jalur pertama mengarah ke atas bukit, dimana kita sempet eksplor diatas bukit ternyata dipakai oleh nenek-nenek piknik. Karena gamau mengganggu nenek-nenek piknik, kita pun mencoba explore jalur kedua. Jalur kedua ini mengarah ke jantung hutan yang lebih dalam, dan jalurnya cukup berbahaya karena licin. Gue menemukan air terjun, tapi jalan menuju air terjun ini dilapisi es yang cukup licin. Temen gue ga berani nyoba, tapi gue dengan pede dan gagah berani mencoba berjalan di atas es. (udah bisa ngalahin bocil di ski rink nih bos :) ) Dan ya, tentu saja hasilnya sudah bisa kita prediksi bersama: kejatuhan gue. Sebenernya gue agak beruntung, karena gue bisa aja jatuh ke jurang kalo kepeleset dikit lagi.
Dan ya, akhirnya kita mengakhiri ekplorasi dengan mencoba mandi di air panas. I think this is one of the stupidest thing I ever done in my life. Memang, mandi air panas di tengah gunung terdengar sangat nyaman, tapi proses menuju kesitu bikin gue mati duluan. Gimana engga, gue harus beradaptasi dengan suhu minus 2 derajat, dengan cuma pakai celana pendek. Gue ga pake jaket di kantor aja masuk angin!!! Udah gila lo ya?? Ditambah lagi, temen gue ngelakuin ide yang lebih ga masuk akal: berenang di sungai yang suhu airnya 2 derajat! Woyy yang bener aja??
But I guess if I want to do stupid things, this is the time. Dengan susah payah, gue mengumpulkan keberanian. Satu demi satu, pakaian gue lepas, seolah berkata pada alam: “Aku siap, berikan aku suhu terdinginmu!!!” Bagian tersulit adalah dimana gue harus melepas sepatu, karena kaki gue langsung menyentuh es, dan begitu kita bercumbu, dingin-nya langsung menusuk ke otak. Tapi dengan gagah berani, gue berlari untuk mempersingkat waktu, dan langsung mencelupkan diri ke air panas. Ahhh… this is why people do this… Rasanya kaya mau tidur di ruangan ber-ac dingin, tapi kita pake selimut tebel. Hangat, dan berasa kaya dipeluk.
Setelah berendam di air panas, gue mengamati sungai beku itu. Di sungai beku, gue udah liat satu orang yang lagi berendam. Dia teriak-teriak sambil melambaikan tangan ke arah gue. Dia bilang, sini cobain, celupin aja kaki lo dikit!! Gue terus menggeleng, tapi dia terus menghasut dengan bilang it’s okay. Manusia bodoh satu ini pun akhirnya mencoba nyelupin kaki, setelah temen gue nyoba nyelupin kaki juga. And WTF kaki gue langsung berasa lumpuh, beku kaya kena jurus Aokiji. But at the end gue dan orang yang menghasut gue tukeran IG, dan turns out dia adalah amman nurkeldi, pelari ultra-marathon top kazakhstan. Maaf mas punten banget nih, badan kita speknya beda jauh, gakuat saya berenang dingin-dingin.
Anyway, we decided to go back to the city by bus, and seems like our bus is here. See you later?
21.45 Waktu Almaty
Gue baru balik dari navat, one of the top restaurant in Kazakhstan. Jalan balik ke hostel butuh sekitar 15 menit, jadi sekalian aja gue ceritain hari gue ya?
Kita jujur gatau arah, jadi sebenernya kita naik bus random aja dari area air panas ke arah kota. Sepanjang perjalanan, kita berusaha google kita harus turun dimana, dan it’s a long research hahaha. But of course we made it, kita turun di pemberhentian hampir terakhir, dan kayanya udah di area kota juga. So from this random stop, kita jalan-jalan random aja dengan tujuan ke Kok-Tobe, karena temen gue mau survey kok-tobe. Karena kita laper, kita sempet berenti dulu, makan semacam burger dan coke zero. But the burger portion is huge, I can’t finished it. Jadi gue pun mengantongi burger gue dan melanjutkan perjalanan. Gue sempet bilang di kok-tobe gaada apa-apa, tapi temen gue kan mau survey jadi gue sih nurut aja. Dan alhasil, setelah kita sampai di kok-tobe, but decided to go down after 30 minutes hahaha.
Hari udah malem, dan dia katanya mau beli kupluk, jadi kita memutuskan buat ke arbat street. Actually, nothing special sih. Kita muter-muter mall sini, dan rasanya kaya ITC Kuningan aja, lebih banyak yang jual service HP daripada jual kupluk. So after exploring the mall, kita misah karena gue mau makan di navat, dan dia mau tidur karena harus berangkat pagi-paginya.
Anyway, setelah misah sama mas-mas Indo, gue pun bertemu kembali dengan teman filipina gue di Navat. Setelah makan sebentar, kita memutuskan buat explore metro disini, karena denger-denger arsitektur metronya sangat menarik. Sebelum kita nemu stasiun metro, kita sempet diikutin oleh segerombolan pemuda sambil nanya-nanya kita pake bahasa kazakhstan. Gue dan yang lain sebenernya curiga mereka punya niat jahat, tapi salah satu temen kita membuka HP dan mengetik satu buah kalimat mencengangkan di google translate dan menunjukkan HPnya ke mereka.
“Are you thief?”
Gue pun tertawa geli membaca itu. Mana ada orang waras, yang lagi diikutin oleh segerombolan orang aneh, malah menanyakan langsung ke orangnya: “kamu jahat ya?”. Untung yang ngikutin ga ngambil HP nya??? But luckily, dua teman yang lain cukup waras. Satu teman gue pura-pura ngevlog, dan satu teman lain berbelok ke toko buah untuk membeli apel. Setelah kita berenti untuk membeli buah, mereka pun berbelok ke arah lain.
Anyway, i already arrived on my hostel, and ready to sleep. See you tomorrow?
Jumat, 5 Desember 2025
07.00 Waktu Almaty
Pagi gue kali ini cukup random karena diawali dengan notifikasi instagram: Amman nurkeldi bilang dia otw hostel gue. Oh iya gue lupa cerita. Kemarin malam, setelah ketemu di hot spring, aman mengajak gue untuk ke Bogdanovich Glacier. Gue sebenernya agak ragu buat menerima ajakan ini, karena selain kita baru kenal, nanti sore gue ada flight balik ke Indonesia. Tapi disisi lain, ajakan ini agak sulit buat gue tolak, karena kalo ikut guided tour, gue bisa habis jutaan buat mendatangi glacier ini. Akhirnya, gue bilang gue mau mendatangi glacier ini dengan satu jaminan dari aman: kita kelar jam 2 sore. Mentok-mentok, kita balik ke almaty jam 3 sore, rehat bentar, dan gue bisa ke bandara jam 6 sore. Terdengar menarik bukan?
Akhirnya, semalam gue juga menghasut yen, salah satu temen filipina gue, untuk ikut bareng gue dan aman buat ke bogdanovich glacier. Minimal, kalo gue akhirnya diculik sama aman, ada yen yang juga ikut diculik. Kita akan terjerumus dengan satu alasan yang sama: terlalu percaya sama stranger. Manusia tolol manusia tolol.
09.50 Waktu Almaty
Halo again!
Setelah menaiki 3 buah gondola melewati ski resort, kita udah sampe di titik awal puncak gunung shybulak. Kita akan memulai perjalanan bersejarah: trailing 4 km di ketinggian 3200 mdpl di suhu -2 derajat celcius bersama 2 orang stranger yang baru kenal 1 hari. Menurut Aman, buat kesana perlu perjalanan sekitar 4 jam bolak balik, karena medannya yang agak menanjak. Jadi, kalo kita berangkat sekarang, kita punya spare buffer 1 jam hingga jam 2 sore. Gue sih udah punya persiapan ekstra: 2 bungkus tolak angin, dan 1 lapis baju kaos tambahan. Sebelum aman nyampe juga gue udah pemanasan dikit-dikit.
Sumpah, kalo lo tanya gue sebelum berangkat apakah gue akan melakukan hal ini, gue tentu dengan akal sehat akan menjawab: gila lu! But I guess, we need to fuck around and figure out, correct?
Let’s start this journey!
12.15 Waktu Almaty
Perjalanan ke glacier ternyata lebih berat yang gue kita. Awalnya, gue kira ini kaya trekking di cisadon aja. Gue kira bedanya cuma di suhu sehingga gue kira pake jaket double + kaos double bakal cukup. Ternyata mendaki gunung es punya tantangan tersendiri.
Pertama, satu hal yang gue luput adalah jalan disini punya elevasi, layaknya gunung pada umumnya. Dan kemiringan tiap jalan sangat bervariasi. Ada jalan yang cuma 30 derajat, ada juga medan yang butuh kaki dan tangan kaya rock climbing. Secara umum, kita perlu berenti tiap 20 menit jalan karena capek men. Kedua, memilih jalan untuk dipijak juga perlu kehati-hatian. Ga kaya gunung pada umumnya, semua jalan disini tertutup salju. Kita ga bisa tau pasti apakah tanah yang kita pijak cukup kuat untuk menahan beban kita. Gue disini beruntung banget jalan sama aman, karena gue merasa aman (rate jokes gue??). Beberapa kali, aman nunjukin kita path yang bener buat diinjak. Ga jarang, aman nendang batu buat “ngamanin” rute kita. Ketiga, ketika kita menginjak, maka kita ga cuma menginjak lapisan tanah. Kaki kita juga “diselimuti” lapisan salju, yang mana bikin kaki kita beku mati rasa.
Gue & Yen Mendaki
Setelah 2 jam 15 menit berjalan mendaki gunung, gue dan yen dengan terengah-engah dan susah payah berhasil mencapai glacier!! We are the champions huhuhu. dan I think its quite worth it, karena glaciernya beneran secantik itu!! Gue bingung, kok bisa ada es membeku terus membentuk gua kaya gini? I believe I am too lucky to witness all beauty of Kazakhstan like this T.T
13.30 Waktu Almaty
Gue lagi di perjalanan pulang ke arah ski symbhulak, dan tebak apa yang terjadi? Betul, badai teman-teman. Emang ga bisa perjalanan gue lancar-lancar aja. Pilihannya antara gue jadi gembel, nyasar, atau meninggal. Tapi, kalo gue melihat dengan positif, this is my first time seeing snow fall from the sky :) Hmmm, I hope this wont be my last lah ya. Doain gue selamat, gue mau jalan lagi.
14.15 Waktu Almaty
Kita berhasil!!! We did it??? Gila gila gilaa??
Setelah 4 jam mendaki, kita telah berjalan melewati 4 km dengan elevation gain 265 m, di ketinggian puncak 3450 mdpl. I am so proud of myself. Setelah berjalan, mendaki gunung, melewati tebing berbatu, ditambah dikejar waktu dengan adanya badai, gue sih bangga banget sama diri gue bisa ngelakuin ini semua. Sumpah, kalo lo tanya gue sebelum berangkat apakah gue bisa melakukan hal ini, gue tentu dengan akal sehat akan menjawab: gila lu! But I guess, I need to trust myself more, huh?
Today’s champion
17.45 Waktu Almaty
After descending the mountains, I arrived back in Almaty around 4 PM. After a quick shower and packing, I grabbed a meal and headed straight to the airport. Now, sitting at the gate, I’m in a limbo. My flight is still 4 hours away. I’m exhausted and want to sleep, but I’m terrified of missing my flight. So, I just reflect.
I can honestly say this has been the best trip of my life so far. I loved everything—the views, the people I met, the adventures we shared. It was so perfect that it felt like I finally reached a state of Eudaimonia.
This trip was one of the best decisions I’ve ever made. I never expected the depth of the interactions or the thrill of the escapades that came my way. I didn’t expect the peace of eating ice cream at Kok-Tobe, the tranquility of being alone at Kolsai Lake, the heartwarming fellowship of new friends, or the immense pride of successfully hiking Shymbulak.
To think this trip was almost canceled… it’s quite a revelation. I wonder now: what a loss it would have been if I hadn’t trusted myself? What a loss to have missed these experiences just because I feared the trip might “flop”? What a loss to miss these feelings simply because I was afraid I couldn’t navigate the unknown?
I guess I need to trust myself more. To fuck around and find out. Because my future self will make everything okay, right?
My flight has come. See you later!